Bandar Lampung, lampungwah.info — Dinas Kesehatan Provinsi Lampung meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Penyakit Virus Nipah dengan menggelar rapat koordinasi khusus secara daring, Rabu (11/2/2026). Langkah ini diambil sebagai respons dini terhadap potensi penyebaran penyakit zoonotik berbahaya yang memiliki tingkat kematian tinggi.
Pertemuan dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Edwin Rusli, bersama jajaran Seksi Surveilans dan Imunisasi untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah. Fokus utama pembahasan adalah pemahaman karakteristik virus, jalur penularan, serta strategi pencegahan jika terjadi kasus.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis emerging yang berasal dari genus Henipavirus, dengan reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp.). Penularan dapat terjadi langsung dari hewan ke manusia, melalui perantara seperti babi, maupun dari makanan dan minuman yang terkontaminasi. Penularan antar manusia juga dimungkinkan melalui kontak erat.
Secara klinis, infeksi Virus Nipah dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat, mulai gangguan pernapasan akut sampai radang otak (ensefalitis) yang berisiko fatal. Tingkat kematian penyakit ini dilaporkan mencapai 40 hingga 75 persen.
Kewaspadaan meningkat setelah India melaporkan kasus konfirmasi Virus Nipah pada Januari 2026. Sementara itu, penelitian di Indonesia menemukan bukti keberadaan virus pada kelelawar buah, yang menandakan potensi sumber penularan tetap ada.
Meski hingga kini Indonesia belum mencatat kasus konfirmasi pada manusia, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menegaskan pentingnya deteksi dini, penguatan surveilans, serta edukasi masyarakat untuk meminimalkan risiko.
Koordinasi ini menjadi sinyal kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman penyakit menular baru, sekaligus memastikan sistem kesehatan tetap sigap melindungi masyarakat.


















