Bandar Lampung, Lampungwah.info – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memberikan penghargaan kepada empat siswa dari SMKN 1 Liwa yang berhasil menorehkan prestasi internasional dengan menemukan celah keamanan pada situs milik NASA melalui program bug bounty.
Keempat siswa tersebut yakni Farel Sapero, Ridho Julianto, Riski Permana, dan Naura Ghifari Azhar.
Mereka berhasil mengidentifikasi kerentanan sistem pada platform milik lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut dan melaporkannya melalui mekanisme resmi program bug bounty.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Provinsi Lampung sekaligus membuktikan bahwa talenta digital dari daerah mampu bersaing di tingkat global, khususnya di bidang cyber security.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian para siswa.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak hanya mengharumkan nama sekolah dan daerah, tetapi juga menunjukkan potensi besar generasi muda Lampung di bidang teknologi informasi.
“Ini adalah bukti bahwa anak-anak Lampung memiliki kemampuan luar biasa dan mampu bersaing di level dunia. Pemerintah Provinsi Lampung sangat bangga atas prestasi ini,” ujar Gubernur Mirza.
Ia juga mendorong para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang keamanan siber serta melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Salah satu yang direkomendasikan adalah menempuh pendidikan di Politeknik Siber dan Sandi Negara agar kelak dapat berkontribusi dalam menjaga keamanan digital nasional.
Menurutnya, penguasaan teknologi dan keamanan siber menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi era transformasi digital yang semakin berkembang.
Dengan dukungan pendidikan yang tepat dan semangat belajar yang tinggi, Gubernur berharap para siswa tersebut dapat terus mengukir prestasi serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Provinsi Lampung.
Prestasi empat siswa SMKN 1 Liwa ini pun diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk berani berinovasi, mengembangkan kemampuan teknologi, dan membawa nama daerah Indonesia ke kancah internasional. (red)


















