Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
LampungPolitik

PEMPROV LAMPUNG TEGASKAN KOMITMEN TEKAN PENGANGGURAN LEWAT KEBIJAKAN INOVATIF

6
×

PEMPROV LAMPUNG TEGASKAN KOMITMEN TEKAN PENGANGGURAN LEWAT KEBIJAKAN INOVATIF

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandar Lampung, Lampung Wah — Pemerintah Provinsi Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran melalui berbagai kebijakan strategis dan inovatif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta memperkuat daya saing daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat mengikuti rapat penilaian apresiasi kinerja pemerintah daerah dalam dimensi penurunan tingkat pengangguran bersama tim penilai pusat. Kegiatan ini berlangsung secara virtual dari ruang kerja Sekda, Rabu (1/4/2026).

Example 300x600

Rapat tersebut merupakan bagian dari proses evaluasi kinerja pemerintah daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Penilaian dilakukan terhadap dokumen kebijakan, capaian kinerja, serta berbagai inovasi daerah di bidang ketenagakerjaan.

Dalam paparannya, Marindo mengungkapkan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi besar dari sisi bonus demografi. Dengan jumlah penduduk mencapai 9,52 juta jiwa, sekitar 69,24 persen di antaranya merupakan usia produktif.

“Ini adalah kekuatan besar yang harus kita kelola dengan baik. Namun, di sisi lain masih terdapat tantangan, seperti kualitas SDM yang belum optimal, tingkat kemiskinan yang relatif tinggi, serta struktur ekonomi yang masih didominasi sektor pertanian dengan produktivitas yang perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Lampung pada tahun 2025 tercatat sebesar 4,21 persen. Angka ini mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih tergolong lebih baik dibandingkan sejumlah provinsi lain di wilayah Sumatera.

Meski demikian, Marindo menyoroti persoalan mendasar yang masih dihadapi, yakni dominasi tenaga kerja di sektor informal yang mencapai 64,72 persen. Selain itu, tingkat pengangguran di kalangan lulusan SMA dan SMK juga masih cukup tinggi.

“Kondisi ini menunjukkan adanya mismatch antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan pasar. Ini yang terus kami benahi melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan keterampilan,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat, dunia usaha, maupun industri. Upaya ini difokuskan pada penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan kualitas pelatihan vokasi, serta perluasan akses tenaga kerja ke pasar kerja.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas SDM dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar potensi tenaga kerja Lampung dapat terserap secara optimal,” ujar Marindo.

Ke depan, berbagai kebijakan inovatif yang telah disiapkan diharapkan mampu mempercepat penurunan angka pengangguran, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis.

(RED)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *