Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pendidikan

SMKN 4 Bandar Lampung Luncurkan Bank Sampah Digital, Sampah Disulap Jadi Rupiah dan Karya Bernilai

24
×

SMKN 4 Bandar Lampung Luncurkan Bank Sampah Digital, Sampah Disulap Jadi Rupiah dan Karya Bernilai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandar Lampung, lampungwah.info – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Bandar Lampung kembali menunjukkan komitmennya sebagai sekolah yang adaptif, inovatif, dan peduli lingkungan. Melalui peluncuran Sistem Informasi Digital Bank Sampah Sekolah, Jumat (30/1/2026), sekolah ini membuktikan bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber nilai ekonomi dan pendidikan karakter.

Peluncuran yang digelar di aula SMKN 4 Bandar Lampung tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H, yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMK, Maryanto, S.Sos. Kegiatan ini juga dirangkai dengan stadium generale, sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada peserta didik.

Example 300x600

Maryanto menegaskan, Program Bank Sampah Sekolah bukan hanya soal pengelolaan sampah, tetapi juga sarana pembentukan karakter siswa.

“Program ini menanamkan disiplin, tanggung jawab, serta mendorong lahirnya inovasi dan kreativitas siswa. Sampah bisa menjadi media belajar yang nyata dan berdampak,” ujarnya.

Program Bank Sampah Sekolah ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Lampung, Bank Lampung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Rumah Inspirasi Sahabat Gajah. Kolaborasi tersebut membuktikan sinergi lintas sektor dalam mendukung pendidikan berkelanjutan.

Tak hanya teori, implementasi program ini langsung ditunjukkan melalui aksi kreatif siswa. Salah satunya lewat pertunjukan teater monolog yang memanfaatkan properti dari sampah plastik.

“Ini bukti bahwa sampah bukan masalah, selama kita mampu mengelolanya dengan kreativitas. Dari limbah lahir karya luar biasa,” kata Maryanto.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa sampah juga memiliki nilai ekonomi bila dikelola dengan baik. Botol plastik, misalnya, dapat diolah menjadi produk bernilai seperti kursi atau perabot lainnya.

“Kalau dikelola benar, sampah bisa menghasilkan uang. Ini yang ingin kita tanamkan kepada siswa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 4 Bandar Lampung, Hj. Dewi Ningsih, M.Pd, menyebut peluncuran Bank Sampah Digital menjadi momentum penting dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah.

Untuk menyukseskan program tersebut, pihak sekolah membentuk Duta Pelita (Peduli Lingkungan Tercinta) yang terdiri dari 20 siswa-siswi perwakilan kelas. Para duta ini telah mendapatkan pelatihan khusus dari Rumah Inspirasi Sahabat Gajah.

“Ilmu yang mereka peroleh kemudian disosialisasikan kepada seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Sosialisasi ini sudah kami lakukan sejak akhir Desember 2025,” jelas Dewi.

Materi yang disampaikan meliputi cara memilah sampah, menimbang, hingga menjual sampah yang telah dikumpulkan. Menariknya, hasil penjualan sampah sepenuhnya menjadi hak siswa.

“Uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan siswa atau ditabung melalui Bank Lampung sebagai mitra sekolah,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, siswa SMKN 4 Bandar Lampung juga telah berhasil mendaur ulang sampah menjadi produk kreatif bernilai jual.

“Siswa kami sudah memproduksi kursi sofa dari botol plastik bekas. Ini bukti bahwa pendidikan lingkungan bisa berjalan seiring dengan penguatan keterampilan dan kewirausahaan,” pungkasnya.

Melalui Bank Sampah Digital, SMKN 4 Bandar Lampung tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga generasi muda yang sadar lingkungan, kreatif, dan mandiri secara ekonomi. (RED)

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *